Berbelanja Online di Luar Negeri, Kenapa Barang Belum Tiba?

Sebelumnya ikan kecil ingin menjelaskan mengapa ingin menuliskan ini, di suatu sore aku bertemu sahabat lama yang sudah terpisah diantara lautan nan jauh,  sahabatku ini cukup “sesepuh” soal distribusi logistik antar negara, beliau bahkan sempat beberapa lama bekerja cukup baik awalnya di UPU (United Postal Union) di Switzerland dan lalu beliau bertugas didalam rantai pengiriman dan distribusi dari kantor pos serta produk EMS (Express Mail Service) di Guangzhou dan Singapore Post untuk menangani database, informasi serta wewenang digital atas lalu-lintas barang2 kiriman mereka.

Setelah bercerita berbagai kejadian lalu yang pernah terlewati bersama, terselip ada sebuah cerita yang cukup mengusik sirip ikan kecil, Mengenai lama nya pengiriman ketika berbelanja online di luar negeri, karena memang kebetulan ikan kecil senang sekali berbelanja antar samudera nun jauh…

Begini ceritanya, Pada suatu hari, di negeri antah berantah yang bernama Dunia Maya a.k.a Internet. Tersebutlah beberapa toko online, yang memiliki seller asal China seperti eBay, Aliexpress, Banggood, DX, DHGate, Fasttech atau TinyDeal..yang secara AJAIBNYA!! toko-toko online itu dapat memberikan “FREE SHIPPING” alias pengiriman GRATIS!  ke seantero dunia, wow! kok bisa…ya tentu saja bisa karena akibat dua hal, yaitu harga ongkir tersebut sudah termasuk didalam harga barang, atau mereka menggunakan pengiriman berbasis kuota “Grosir” atau Bulk Order yang biayanya sangat murah, nah prinsip pengiriman kuota/bulk ini lah yang akan dibahas disini.

Kuota “Grosir” atau Bulk Order adalah kondisi dimana mewajibkan mereka sebagai “sender/pengirim” untuk memenuhi kuota jumlah kiriman sekaligus untuk pengiriman yang negara/lokasi transitnya sama, standarnya macam-macam, umumnya menggunakan ukuran berat dan dimensi…saat kalian membeli sesuatu disana dengan iming-iming “FREE SHIPPING”, itu akan menjadi salah satu kiriman yang dikumpulkan satu-persatu di gudang distribusi yang mereka miliki, itu sebabnya toko-toko seperti itu memiliki masa “Order Processing Time” yang umumnya sebagai jeda mereka memenuhi kuotanya, jika kuota pengiriman tidak tak dapat dipenuhi, biasanya akan diikutkan ke kuota rute lainnya, tentu ini akan menambah waktu tempuh, bagi penggiat online shopping antar negara pernah merasakan barang pesanannya tiba lebih cepat atau malah lebih lama daripada biasanya akibat hal ini.

Setelah memenuhi kuota, maka akan segera dikirim ke pusat penerimaan pengiriman untuk selanjutnya dikirim via udara sesuai rute transit pengiriman global yang tersebar di beberapa negara yang tergabung dibawah perjanjian kerjasama pengiriman pos yang mereka miliki, umumnya di belakangnya adalah mereka perusahaan pos yang memiliki kerjasama antar negara seperti USPS, ChinaPost, Singpost, SwedenPost, NLPost dll, yang nanti diantara mereka saling bertindak sebagai pusat penerimaan dan pemilahan barang kiriman, sebelum diserahkan ke rute pengiriman sesuai negara seperti milik Pos Indonesia untuk kiriman yang masuk ke Indonesia.

Hal tersebut itulah yang memakan waktu lama untuk durasi perjalanan kiriman berbiaya gratis tersebut diterima di Indonesia, karena barang anda harus berjalan-jalan dulu ke beberapa negara sebelum sampai di titik transit dimana barang anda menghirup udara bebas di tangan PT Pos Indonesia.

Lain halnya jika anda menggunakan kiriman melalui Jasa Pengiriman Ekspress seperti TLX,DHL, FedEx, EMS (kecuali Worldwide EMS (TWC) yang memiliki kode buntut TWC biasanya juga harus transit di gudang pemilahan komersial) yang mana paket prioritas tentu menggunakan rute pengiriman lebih pendek dan singkat, terjadwal dan langsung, sehingga dari negara manapun anda membelinya, akan tiba kurang dari 7 hari di depan rumah anda, namun biaya yang dibutuhkan juga sangat mahal, sebab paket anda diperlakukan bak Putri Raja, di bungkus dengan kantung kedap udara, ditimbang satu-persatu dan diberikan ULD/Pallet kontainer yang baik dan juga pesawat yang logonya sesuai dengan bungkus paket anda.

Sayangnya, kemewahan yang dimiliki paket ekonomi yang gratis itu tidak dapat dinikmati oleh para konsumen mereka yang hanya memiliki status “Free Shipping” dimana barangnya harus menunggu barang lainnya agar kuota pengiriman terpenuhi, lalu berdesak-desakan di kantung atau palet yang terkunci, dan harus berpegangan erat diantara mereka agar tidak tercecer, sebelum akhirnya diberikan satu tiket penerbangan bagi semua paket tersebut, bagi paket-paket yang pegangannya tidak kuat, lalu terlepas, ia akan tersesat tanpa akhir.

So, jadi jangan panik dan sedih klo paket “FREE SHIPPING” barangnya belum tiba antara 21 – 60 Hari, karena menurut beliau memang perjalanan, beban hidup dan perjuangan sang paket yang kamu pesan di sana, untuk bisa sampai ditangan kamu juga berat lho, belum lagi ketika tiba di negara tujuan, mereka harus merelakan dirinya digrepe-grepe dan disolasiban ulang oleh petugas bea cukai yang kadang tidak mengizinkan kalian untuk bertemu.

 

BY IKANTERI 

(JESEN) 

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *